selamat datang di blog saya
di sini menawarkan hunian nyaman untuk anda dan keluarga di daerah kawasan perindustrian khususnya cikarang dan sekitarnya
Jumat, 20 Agustus 2021
SIRNAJAYA KARTIKA
ID Lokasi : CKR2120022020T002 JAWA BARAT, KAB BEKASI, Serang Baru, Sirnajaya PT. REKA DAYA KARTIKA REAL ESTATE INDONESIA (REI)
Foto Lokasi
Foto Gerbang/Jalan Utama
Foto Rumah Contoh
Foto Posisi Tengah Lokasi
Tipe Rumah
1. Tipe 36/72 (komersil)
Harga: Rp 285.000.000
Luas Bangunan: 36m 2
Luas Lahan: 72m 2
Kamar Tidur: 2
Kamar Mandi: 1
Spesifikasi Teknis
a. Atap Baja Ringan / Genteng Beton
b. Dinding Double dinding, hebel di cat tembok
c. Lantai & Pondasi Keramik Putih 40 x 40 & Batu Kali
2. Tipe 45/84 (komersil)
Harga: Rp 350.000.000
Luas Bangunan: 45m 2
Luas Lahan: 84m 2
Kamar Tidur: 2
Kamar Mandi: 1
Spesifikasi Teknis
a. Atap Baja Ringan / Genteng Beton
b. Dinding Hebel Di Plester Aci Cat Tembok
c. Lantai & Pondasi Keramik 40 x 40 & Batu Kali
3. Tipe 26/60 (subsidi)
Harga: Rp 168.000.000
Luas Bangunan: 26m 2
Luas Lahan: 60m 2
Kamar Tidur: 2
Kamar Mandi: 1
Spesifikasi Teknis
a. Atap Baja Ringan / Genteng Beton
b. Dinding Hebel di Plester aci cat Tembok
c. Lantai & Pondasi Keramik Putih 30 x 30 & Batu Kali
4. Tipe 30/72 (subsidi)
Harga: Rp 168.000.000
Luas Bangunan: 30m 2
Luas Lahan: 72m 2
Kamar Tidur: 2
Kamar Mandi: 1
Spesifikasi Teknis
a. Atap Baja Ringan / Genteng Beton
b. Dinding Hebel di plester aci di cat tembok
c. Lantai & Pondasi Keramik Putih 30 x 30 & Batu Kali
Peta Lokasi
Kantor Pemasaran
JALAN IRIGASI KAMPUNG CIBENDA PERUMAHAN SIRNAJAYA KARTIKA BLOK A1 NO.38 RT 07 RW 04 NO. 38 JAWA BARAT, KAB BEKASI, SERANG BARU, SIRNAJAYA
Telp : 089664188874
Rabu, 18 Agustus 2021
15 Tips Memilih Perumahan yang Tepat, Bukan Asal Harganya Murah
Bagi orang Jawa, memilih rumah ibarat mencari ‘pulung’, yakni anugerah bagi mereka yang berjodoh. Karena itu banyak hal yang mesti dipertimbangkan. Apalagi membeli rumah tak seperti membeli baju yang ketika kurang sesuai langsung bisa ganti. Rumah adalah tempat bernaung, membina keluarga dan hubungan sosial. Hal yang sama berlaku ketika hendak membeli rumah diperumahan, ada sejumlah tips memilih perumahan yang sebaiknya dijadikan acuan.
Memang tidak sepenuhnya langsung membawa kebahagian, tetapi sedikit banyak akan membawa manfaat. Terutama kalau yang kamu cari adalah perumahan di sekitar Jakarta. Sudah harganya mahal, lokasinya pun biasanya di pinggiran kota. Pengembang yang jumlahnya sangat banyak juga menawarkan harga yang beragam, di sinilah kamu harus pandai-pandai memilih.
1. Mulailah dengan Cari Info Sebanyak-Banyaknya Tentang Perumahan
SUMBER: PEXELS.COM
Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mencari info tentang perumahan. Caranya bisa dengan mengumpulkan brosur perumahan yang sering dibagikan di pusat perbelanjaan. Bisa juga browsing di internet, perumahan apa saja yang ada di lokasi yang kamu pilih. Semakin banyak info yang kamu kumpulkan, maka akan semakin banyak pilihan perumahan sebagai alternatif.
Sebelum memutuskan perumahan mana yang paling ideal untukmu, kamu jadi tau standard perumahan yang ditawarkan. Kamu juga bisa membandingkan satu perumahan dengan perumahan lainnya.
2. Lakukan Survei ke Kawasan Perumahan
Sudah mengumpulkan banyak info, pasti ada beberapa perumahan yang jadi favorit. Membeli properti pasti tidak lengkap kalau tidak melihat secara langsung. Pastikan untuk melakukan survei ke lokasi yang disukai terlebih dahulu. Bahkan sebelum kamu membuat janji dengan pihak pengembang atau marketing perumahan.
Apa yang kita lihat di brosur atau di internet mungkin bisa berbeda dari kondisi aslinya. Supaya tidak salah pilih perumahan, survei langsung wajib kamu lakukan.
3. Pertimbangkan Lokasi Perumahan
Setelah kamu lakukan survei, coba lihat lokasinya. Lokasi adalah pertimbangan utama saat hendak membeli properti. Hal ini berkaitan dengan akses transportasi, fasilitas umum yang ada di sekitar perumahan, lingkungan perumahan tersebut, hingga prospek kedepannya.
Kebutuhan setiap orang memang berbeda-beda. Namun pastikan setidaknya perumahan dekat dengan fasilitas kesehatan dan supermarket atau pasar. Hindari perumahan yang dekat dengan kawasan Industri atau SUTET.
Fasilitas lain seperti sekolah, universitas, pusat perbelanjaan besar, dan lain-lain juga bisa menjadi pertimbangan. Ketahui apa yang kamu butuhkan di sekitar rumah sebelum memilih perumahan.
Ditawari rumah dengan harga lebih murah tapi fasilitas mewah? Harganya jauh lebih rendah dari perumahan lain di lokasi yang sama? Jangan langsung 100% percaya. Lebih baik berhati-hati daripada terlanjur salah pilih.
Properti adalah barang mewah. Karena itu jika ditawari harga murah yang jauh dari standar tentu cukup aneh, bukan? Sebaiknya cek kredibilitas developer perumahan yang dipilih. Jangan sampai memilih developer bodong.
5. Bandingkan Perumahan di Lokasi yang Sama
Tips memilih perumahan berikutnya adalah membandingkan perumahan di lokasi yang sama. Baik itu dari segi harga maupun fasilitas yang ditawarkan. Hal ini hanya bisa kamu dapatkan bila kamu punya info dan survei langsung.
6. Ketahui Konsep Perumahan
Saat melakukan survei, cari tau mengenai kinsep perumahan yang kamu pilih. Setiap perumahan memiliki konsep yang berbeda. Misalnya saja ada konsep minimalis, modern, atau klasik. Pilihlah konsep yang paling sesuai dengan seleramu dan keluarga.
Tinggal di lingkungan dengan konsep yang kita suka juga akan membawa kepuasan tersendiri. Kita akan lebih nyaman karena berada di lingkungan yang sesuai selera.
7. Pastikan Lingkungan di Sekitar Perumahan Bersih
Kebersihan sangat penting untuk kesehatan dan kenyamanan kita dan seluruh anggota keluarga. Saat survei, jangan lupa memeriksa hal ini. Bisa dimulai dengan mengetahui tempat pembuangan sampah dan saluran air di perumahan tersebut. Jangan lupa juga cek selokannya.
8. Cek Fasilitas Apa Saja yang Ditawarkan
SUMBER: GETTYIMAGES
Kelebihan tinggal di perumahan adalah fasilitas yang bisa didapat penghuninya. Pastikan fasilitas di perumahan sesuai dengan apa yang kamu butuhkan. Misalnya keamanan, tempat ibadah, tempat bermain anak, dan lain sebagainya.
Jika suka berolahraga, perumahan dengan fasilitas olahraga sendiri tentu menjadi penting. Pilihlah perumahan dengan fasilitas yang paling sesuai dengan kebutuhanmu dan keluarga.
Faktor keamanan sangat penting untuk kenyamanan seluruh anggota keluarga. Pastikan perumahan yang dipilih memiliki sistem keamanan yang baik. Bagaimana cara kerja petugas keamanan di perumahan, apakah ada CCTV, dan lain-lain.
Ada juga perumahan yang tidak menyediakan fasilitas ini, harganya pun lebih murah. Namun, tentu akan terasa lebih aman dan nyaman jika perumahan dilengkapi dengan sistem keamanan yang baik.
10. Cek Kualitas Bangunan
Sudah menjatuhkan pilihan pada beberapa perumahan yang favorit? Saatnya mengecek kualitas rumah di perumahan tersebut. Rumah dengan kualitas baik biasanya harganya lebih tinggi. Namun tetap saja potensi kecurangan tetap ada.
Karena itu penting untuk melakukan survei langsung. Pastikan perumahan menawarkan rumah dalam kondisi yang baik dan aman. Bukan dibangun dengan kualitas asal-asalan.
11. Pertimbangkan Garansi Kerusakan Rumah
Biasanya perumahan menawarkan garansi untuk jangka waktu 3 bulan. Memang tidak lama. Tapi jika dalam kurun waktu 3 bulan itu ada kerusakan pada rumah, pembeli bisa memanfaatkannya.
Misalnya saja ada dinding retak, atap bocor, dan lain-lain. Jadi pastikan tips memilih perumahan yang satu ini kamu dapatkan, pilih perumahan yang punya garansi.
12. Pastikan Status Rumah
Pada umumnya perumahan menawarkan dua status rumah. Yang pertama adalah rumah huni yang sudah siap ditempati. Yang kedua adalah rumah inden yang harus dibangun terlebih dahulu. Jadi pembeli hanya memilih lokasi yang tersedia di site plan.
Rumah inden membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa ditempati. Jadi, pastikan terlebih dahulu status rumahnya dan kebutuhan kamu.
13. Perhatikan Posisi Rumah dari Sisi Mata Angin
SUMBER: YOUTUBE.COM
Karena lahan semakin sempit, perumahan modern terkadang berdiri di lahan yang kecil. Bahkan ada perumahan yang hanya terdiri dari 1 deret saja. Nah, terkadang posisinya tertutup dari sinar matahari.
Bagi beberapa orang ini bisa menjadi masalah. Karena rumah yang mendapat sinar matahari cukup dianggap lebih baik. Namun bagi sebagian yang lain, hal ini tidak menjadi masalah. Jadi pilih arah rumah yang sesuai kebutuhan masing-masing.
14. Pastikan Perumahan Ramah Lingkungan
Jika lingkungan sekitar rumah asri dan hijau, tentu akan lebih nyaman dan sehat, kan? Karena itu banyak perumahan yang menawarkan konsep eco-friendly. Tapi, eco-friendly tidak terbatas pada ruang hijau saja.
Perhatikan juga apakah perumahan yang dipilih memiliki desain rumah dengan cahaya dan dan aliran udara alami yang baik. Material bangunan yang bersertifikat eco-friendly juga menjadi nilai plus.
15. Cek dengan Baik Sistem Pembayarannya
Setelah semua poin sudah cocok dengan selera, saatnya menanyakan sistem pembayaran. Hal ini tentu sangat penting. Kita bisa memilih cara membayar dan mengukur kemampuan membayar kita. Jangan sampai ke depannya kita menjadi kesulitan dalam melunasi cicilan rumah.
Pada umumnya, ada 3 sistem pembayaran rumah, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tunai (hard cash), dan tunai bertahap (cash installment). Pilihlah yang sesuai dengan kemampuanmu dan keluarga.
Jika 15 tips memilih perumahan di atas kamu terapkan, kemungkinan besar kamu akan dapatkan rumah sesuai dengan yang kamu harapkan. Semoga kamu mendapatkan perumahan ideal, ya!
SpaceStock merupakan layanan properti konsultan terpercaya yang didukung oleh teknologi modern serta tampilan terkini. Kami menyediakan solusi pencarian properti lengkap dengan ribuan data kantor dan apartemen terverifikasi secara online. Tim agen lokal yang profesional juga telah melayani ribuan klien dengan pengetahuan pasar properti terbaik. Temukan properti idamanmu di sini!
jika anda ingin memulainya saya bisa sarankan beberapa perumahan yang bisa anda survai
Masih bingung mau punya rumah atau masih pilih rumah......! saya akan berbagi tips sedikit yang saya tahu untuk anda agar tidak salah pilih
Kawanan, meski sudah memiliki dana yang mencukupi, nyatanya membeli rumah tetap bukan perkara mudah. Kenapa begitu? Ya, mengingat rumah adalah pengeluaran yang besar dan juga aset investasi jangka panjang, kita nggak bisa sembarangan, dan harus jeli dalam mempertimbangkan segala sesuatunya secara matang. Awalnya memang akan ‘ribet’ dan menyita waktu dalam meny
usun perencanaan untuk membeli rumah, namun percaya deh semua itu pasti akan terbayar saat nantinya kamu dan keluarga kecilmu kelak bisa tinggal di rumah yang selama ini diidam-idamkan, hehehe… Tapi sebelum itu terjadi, kira-kira apa aja ya yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah?
Untuk menjawabnya, berikut tips membeli rumah pertama bagi keluarga muda:
1. Rencanakan budget
Ya, hunian untuk seluruh anggota keluarga ini memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh karenanya, kita perlu merencanakan terlebih dahulu budget maupun batas kemampuan bayar masing-masing. Hal ini dilakukan agar keputusan membeli rumah tidak membebani kondisi finansial untuk memenuhi kebutuhan pokok, maupun kebutuhan lain yang sebelumnya sudah ada. Sebagai informasi, bank biasanya mensyaratkan angsuran KPR per bulan maksimal sebesar 30% penghasilan bersih pribadi maupun gabungan antara suami dan istri. Ini bisa kamu jadikan patokan untuk batas kemampuan bayarmu, dengan catatan kamu maupun pasangan tidak memiliki utang lainnya ya.…..
2. Kenali seluk beluk pembayaran rumah
Setelah merencanakan budget untuk membeli rumah, selanjutnya kamu perlu mengenali seluk beluk pembayarannya. Hal ini menjadi penting, agar kamu paham akan biaya serta komitmen apa saja yang diperlukan dalam membeli rumah. Sebagai bukti keseriusan, terdapat 2 macam biaya yang perlu dibayarkan, diantaranya:
Booking fee - merupakan pembayaran dalam bentuk sejumlah uang sebagai komitmen memesan unit properti tertentu. Untuk besaran biayanya, booking fee tidak memiliki patokan pasti, dan berbeda-beda di tiap jenis hunian maupun pengembang properti.
Uang Tanda Jadi atau Down Payment (DP) – sama halnya dengan booking fee, DP merupakan wujud dari bukti keseriusan pemesanan rumah yang diinginkan. Selain itu DP juga digunakan untuk mengikat harga yang sebelumnya sudah disetujui antara penjual dan pembeli properti. Untuk besaran biayanya bervariasi, pada umumnya mulai dari 10%, tergantung promo yang sedang berlangsung dari bank ataupun pengembang properti. Agar tidak terbebani DP, kamu dapat memilih bank atau pengembang properti yang mempunyai program keringanan kredit pembelian rumah.
Selain bukti keseriusan, terdapat juga 3 pilihan cara bayar properti yang berlaku di Indonesia, diantaranya:
Kredit Pemilikan Rakyat (KPR) – merupakan produk pembiayaan untuk pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga rumah. Pada sistem ini, kita akan membayar rumah dengan cara mencicil tiap bulan kepada pihak bank. Lama cicilan atau tenornya beragam, dan dapat disesuaikan dengan kemampuan bayar masing-masing. Untuk mengajukan KPR, terdapat ketentuan standar yang harus dipenuhi meliputi usia <50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR, fotokopi KTP, akta nikah atau cerai, kartu keluarga, surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan), serta dokumen terkait rumah yang dijadikan agunan (SHM, IMB, PBB).
Tunai Keras atau Cash Keras – merupakan sistem pembayaran yang dilakukan dalam waktu paling lambat satu bulan sejak adanya kesepakatan antara pembeli dan pengembang. Sistem bayar ini memiliki banyak keuntungan, karena biasanya pengembang akan memberikan potongan harga rumah yang menggiurkan (biasanya sekitar 10 – 15%). Selain itu, keuntungan lainnya adalah kita tidak perlu memikirkan beban cicilan tiap bulan, maupun fluktuasi suku bunga pinjaman yang kerap melambung tinggi seperti di sistem bayar KPR.
Tunai Bertahap atau Cash Installment – bila sebelumnya KPR adalah cicilan kepada pihak bank, maka Cash Installment adalah cicilan dalam kurun 6-24 bulan yang dibayarkan langsung kepada pihak pengembang. Sistem bayar ini terbilang cukup efektif karena cicilan tak akan terpengaruh fluktuasi bunga bank. Namun, perlu kamu ketahui juga bahwa pada sistem ini pembeli diwajibkan untuk menyerahkan DP yang jumlahnya cenderung lebih besar atau sekitar 30 – 50% dari harga rumah, tergantung kebijakan pengembang.
3. Tentukan Lokasi
Nah, kalau sudah paham kedua hal mendasar sebelumnya, maka kamu dapat mulai menentukan lokasi rumah yang diinginkan. Penentuan lokasi ini dapat dipertimbangkan berdasarkan berbagai aspek, mulai dari pertimbangan atas lokasi yang tidak rawan banjir, memiliki akses yang mudah dan strategis, maupun pertimbangan atas kondisi air, bentuk tanah, hingga besarnya budget yang dimiliki.
4. Pilih pengembang properti atau developer terpercaya
Tahap selanjutnya adalah memilih rumah berdasarkan pengembangnya. Pastikan pihak pengembang atau developer yang dipilih merupakan pihak terpercaya. Hal ini bisa dipastikan dengan menggali informasi seputar track record project sebelumnya, apakah developer memiliki masalah atau terdapat kejanggalan pada proyek hunian yang sudah pernah dibangun? Bila tidak ada masalah, maka kamu dapat memilih produk hunian dari developer tersebut. Tapi, jangan lupa pastikan kembali produk hunian developer yang kamu pilih memiliki kisaran harga yang sesuai dengan budget yang kamu miliki.
5. Tentukan Tipe Rumah
Pengembang properti umumnya memiliki beberapa produk hunian dengan tipe luas tanah dan bangunan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, tipe rumah yang kini cukup populer adalah tipe 36, 45, 60, dan juga tipe 70. Untuk menentukan tipe rumah yang diinginkan kamu dapat mengecek produk rumah yang disediakan oleh developer pilihanmu, dan menentukannya berdasarkan dengan budget yang dimiliki. Dalam menentukan tipe rumah ini, pastikan kamu tidak memaksakan keinginan untuk memiliki rumah impian ya. Sebagai opsi agar tetap on budget, kamu bisa memilih hunian dengan konsep rumah tumbuh yang memungkinkan untuk dibangun atau di renovasi di kemudian hari.
6. Pastikan Tidak Ada Kredit Macet
Apabila kamu hendak membeli rumah dengan cara mencicil, maka pastikan bahwa kamu ataupun pasangan tidak memiliki kredit yang macet pembayarannya. Apabila seseorang memiliki kredit macet akan lebih sulit mendapatkan approval pinjaman KPR dari bank. Hal ini terjadi karena pihak bank mempertimbangkan kemampuan dan kepatuhan kamu dalam membayar cicilan. Selain itu, pihak bank biasanya juga akan memperhitungkan jumlah utang maupun cicilan berjalan dengan pendapatan kamu tiap bulannya, dan juga track record kredit macet jika kamu pernah mengalami sebelumnya.
Nah, Bagaimana Kawan, sudah tau kan tips membeli rumah bagi keluarga muda? Agar rumah impianmu segera terwujud, cek juga Tips Cepat Memiliki Rumah Bagi Kaum Milenial
• Sesuai namanya, mengambil KPR, Anda
mengambil pinjaman untuk memiliki rumah
• Harga rumah yang mahal membuat tidak
banyak orang yang sanggup membeli secara
tunai. Jika sanggup membeli rumah tunai,
Anda beruntung
• KPR adalah memiliki rumah secara mencicil.
Bagaimana Kerja KPR
• Kemana mengambil KPR? Anda mengajukan
ke Bank, yang akan memberikan pinjaman
untuk membeli rumah.
• Rumah yang Anda miliki melalui KPR menjadi
jaminan (collaterall) atas pinjaman tersebut.
• Jika gagal bayar cicilan, rumah yang menjadi
jaminan akan disita dan dijual bank untuk
menutupi sisa pinjaman Anda.
Jenis - Jenis KPR
KPR Rumah
Pinjaman untuk memiliki
Rumah, Baru atau Bekas
KPR Apartemen
Pinjaman untuk
memiliki Apartemen
KPR Tanah
Pinjaman untuk memiliki
Tanah Kavling
KPR Renovasi
Pinjaman untuk
Renovasi Rumah
KPR Multiguna
Pinjaman untuk segala penggunaan.
Berbagai fasilitas KPR sesuai kebutuhan.
Prinsip Pemberian KPR
Persetujuan KPR tergantung dua hal utama :
Loan to Value (LTV). Maksimum pinjaman
terhadap nilai jaminan (yaitu rumah). Misal,
nilai jaminan Rp 1 M, maksimum pinjaman
Rp 700 juta, yaitu LTV 70%.
Kemampuan membayar yaitu cicilan max
30% dari penghasilan. Misal, penghasilan Rp
10 juta, maksimum cicilan Rp 3 juta.
Conto h Pengajuan KPR
• Nilai Rumah setelah di
appraisal oleh bank adalah
Rp 1 miliar. Max pinjaman
bank adalah Rp 700 juta (LTV
70%). Harus menyediakan
Uang Muka Rp 300 juta.
• Dengan masa kredit 15
tahun, pinjaman Rp 700 juta,
bunga misalnya 13%, cicilan
Rp 8,800,000 per bulan.
Syarat KPR Disetujui:
• Membayar Uang Muka min Rp 300 juta
• 30% Penghasilan adalah cicilan Rp 8.8 juta.
Persyaratan KPR
• Dokumen identitas. Memastikan pemohon
kredit genuine. Bukan pemohon fiktif.
• Dokument Properti. Properti memiliki
dokumen kepemilikan yang sah, misal
sertifikat dan lokasi sesuai ketentuan.
• Dokumen Penghasilan. Bukti memiliki
penghasilan yang bisa dibuktikan.
Ini Esensi Persyaratan Kredit KPR
Tips Mengambil KPR
• Penghasilan yang Cukup. Ingat: cicilan max
30% dari Penghasilan. Naikkan Penghasilan,
atau, turunkan cicilan (perpanjang masa
kredit atau bunga rendah).
• Properti yang Layak. Bank menilai lokasi
properti dalam memberikan KPR.
• Siapkan Uang Muka! (it’s easier said than
done). Minimum 30% dari harga properti
(hasil penilaian bank)
Syarat mengajukan KPR BTN subsidi
Dikutip dari laman resmi BTN, ini syarat KPR subsidi:
WNI berusia 21 tahun atau telah menikah.
Usia pemohon tidak melebihi 65 tahun pada saat kredit jatuh tempo.
Khusus peserta ASABRI yang mendapatkan rekomendasi dari YKPP, usia pemohon s.d. 80 tahun pada saat kredit jatuh tempo.
Pemohon maupun pasangan (suami/isteri) tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah. Dikecualikan 2 kali untuk TNI/Polri/PNS yang pindah tugas.
Gaji/penghasilan pokok tidak melebihi: Rp 4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak dan Rp 7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun.
Memiliki e-KTP dan terdaftar di Dukcapil.
Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku.
Pengembang wajib terdaftar di Kementerian PUPR.
Spesifikasi rumah sesuai dengan peraturan pemerintah.
Kelengkapan dokumen syarat KPR BTN subsidi:
Formulir Pengajuan Kredit dilengkapi pas photo terbaru pemohon dan asangan.
FC e-KTP/Kartu Identitas.
FC Kartu Keluarga.
FC Surat Nikah/Cerai.
Dokumen penghasilan untuk pegawai: Slip gaji terakhir/Surat Keterangan Penghasilan dan fotokopi SK Pengangkatan Pegawai Tetap/Surat Keterangan Kerja (apabila pemohon bekerja di instansi).
Dokumen penghasilan untuk wiraswasta: SIUP, TDP, serta Laporan/Catatan Keuangan 3 bulan terakhir
Dokumen penghasilan untuk pekerja mandiri: fotokopi Izin praktek
Rek. Koran 3 bln terakhir.
FC NPWP/SPT PPh 21.
Surat pernyataan penghasilan yang ditandatangani pemohon di atas meterai dan diketahui oleh pimpinan instansi tempat bekerja atau kepala desa/lurah setempat untuk masyarakat berpenghasilan tidak tetap.
Surat pernyataan tidak memiliki rumah yang diketahui instansi tempat bekerja/lurah tempat KTP diterbitkan.
Surat Ket. Domisili dari Kelurahan setempat apabila tidak bertempat tinggal sesuai KTP.
Surat keterangan Pindah Tugas untuk TNI/Polri/PNS yang mengajukan KPR BTN Subsidi ke dua.